Takdir selalu menjadi misteri bagi manusia. Tapi terkadang takdir juga bisa jadi seperti lelucon kehidupan. Ia yang bisa menertawakannya adalah yang benar-benar memahami. Tapi sungguh hanya ada sangat sedikit dari yang banyak yang bisa benar-benar tertawa. ** Sejak pertemuan pertamanya dengan Renjana, hari dimana gadis itu datang ke perusahaan untuk mendaftarkan karyanya, Harris sudah merasakan sesuatu yang tidak nyaman dalam hatinya hanya karena mendengar suara derap langkah dan nafas Renjana yang tersengal-sengal. Ia tahu bahwa rasa terusik itu adalah gejala misophonia yang sudah ia derita sejak kecil. Ia merasa bahwa beberapa tahun ini ia telah cukup dapat mengendalikan responnya terhadap gangguan ini. Tapi saat itu, ketidaknyamanan yang timbul di hari kedatangan Renjana ke perusahaa

