SHOCK TERAPHY

1487 Words

"Hai, Dir," sapa Dinda sambil tersenyum manis dan melambaikan tangannya. Tak bisa disembunyikan lagi bagaimana terkejutnya gadis itu melihat kakak iparnya ternyata juga sedang berada di ruangan itu bersamanya. "Mbak Dinda." Mulutnya berucap tapi nyaris tak terdengar suara. Matanya membelalak seolah tak percaya bahwa dia saat ini berada di sebuah tempat dan sedang melayani kakak ipar yang selama ini bahkan selalu dia anggap seperti pembantu di rumahnya. Dira sampai mengerjapkan matanya beberapa kali untuk memastikan bahwa orang yang dilihat di depannya itu adalah benar Dinda, istri dari kakaknya. "Kok malah bengong? Taruh kopinya di meja Bu Dinda, Dir," kata Hanif tiba-tiba membuyarkan keterkejutan Dira. "Eh, ee iya," ucapnya gugup. Tak menunggu lama, Dira pun segera meletakkan kopi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD