Ariel menunduk tidak berani menatap manik mata keabuan milik Hazel. Ia takut, benar-benar takut akan terbawa suasana. Sudah cukup hatinya dibuat berbunga-bunga ketika di kantin. Ia tidak ingin lagi mendapat perlakuan lembut dari Hazel yang akan membuatnya goyah. "Tatap mataku, Ariel! Aku ada di depanmu dan bukan di bawah kakimu!" Akhirnya Ariel mengangkat kepalanya dan menatap manik mata Hazel yang menatapnya sendu. Satu detik kemudian, Hazel merengkuh tubuh ramping Ariel masuk ke dalam pelukannya. "Kerja bagus, Ariel! Kamu memang benar-benar wanitaku yang tangguh. Aku bangga padamu!" Setelah menyaksikan perdebatan Ariel dengan karyawannya di kantin, membuat Hazel semakin jatuh cinta pada Ariel. Sifatnya yang tidak mudah ditindas membuat Hazel merasa semakin cocok dengannya. Suara lift

