Malam Pertama

1260 Words

"Syaratnya apa, Pah?" tanya Hazel takut-takut tidak bisa mewujudkan syarat yang diberikan oleh sang ayah. "Kamu tenang saja dan tidak perlu tegang seperti ini. Papah cuma mau minta satu syarat. Cepat menikah dan beri kami cucu agar kami tidak kesepian lagi," jawab Harry menepuk bahu putranya. "Ya ampun, Pah! Kalau itu, sih, ngga perlu diminta Haze juga sudah tahu harus melakukan apa." Hazel dan Ariel bisa bernafas dengan lega setelah mendengar jawaban Harry. "Ya sudah kalau begitu, papah sama Mamah pamit pulang," pamit Harry. Ia tidak ingin mengganggu waktu putranya bersama sang kekasih. "Ayah, Bunda!" panggil Kara dengan tangan kanan yang masih memegang gagang pintu dan tangan kiri yang sedang mengucek mata. Sebelum Hazel dan Ariel bereaksi, Ratih dengan sigap mendekat ke arah Kara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD