Dikecupan terakhir, Ariel membuka mulutnya membuat Hazel menyeringai. Pikiran Hazel sudah ke arah m***m, sedangkan Ariel tidak seperti itu. Bagian bawah tubuh Hazel langsung sesak meminta keluar. Namun sayang seribu sayang, Ariel justru menggigit bibir bawah Hazel, membuat sang empu memekik kesakitan. "Aww ... " pekik Hazel. "Kok kamu gigit aku sih, Sayang?" protes Hazel sambil menyentuh bibirnya. Belum ada lima menit Ariel menerima cintanya, Hazel sudah memanggil Ariel dengan sebutan sayang. "Salah kamu sendiri berani bohong," balas Ariel malas. "Sudah sana temuin pacar kamu," usir Ariel menyuruh Hazel kembali ke ruangannya. "Pacar? Siapa? Bukankah pacar aku itu kamu, Ariel Aruna?" Pertanyaan Hazel membuat Ariel tersipu malu. Entah mengapa sesuatu yang selama ini mengganjal di ha

