“Cheers!” Denting gelas beradu. Aroma alkohol menguar di ruangan itu—pengap, seperti bau keputusasaan. Di sofa empung dengan panjang satu meter itu ada Christian. Bersama januar yang sedang mendesah berat saat kejantanannya diisap oleh gadis penghibur. Asistennya itu paling hobi mendapat blow-job sambil minum. Mereka tipsy. Diiringi lagu romantis berbahasa Latin, Chris setengah memejam sambil menenggak Captain Morgan. Entah mengapa ia sedang ingin minum alkohol murah itu. Tak lama kemudian, ada lenguhan panjang yang keluar dari Januar. Ia memejam kuat sambil meremat rambut jalangnya. Pria itu telah mencapai nirwana—lagi. Mengeluarkan benih ke mulut gadis malang yang duduk di selangkangannya. Ia mengatur nafas. Dadanya naik turun seperti habis berlari dua kilometer. Helaan nafasnya be

