*Membaca Al-Qur'an lebih utama* Baik akbar maupun andrian sama sekali tidak ada yang menunjukkan niat untuk berdamai, keduanya masih terlibat perang dingin satu sama lain lewat tatapan mata. Lihat saja anaknya itu, memasang wajah yang sangat garang, dan Andrian yang memiliki tubuh kekar tersebut bertingkah layaknya anak kecil dengan memeletkan lidahnya ke arah Akbar sembari tersenyum mengejek. Dito dan Nabila dengan kompak mendesah lelah. Menghadapi dua bocah sekaligus bukanlah sesuatu yang mudah. "Bunda! Lihat om tua yang gila itu." Adu akbar dengan menyebut Andrian sebagai Om Tua gila. Sungguh sebutan yang membuat jiwa psikopat dalam diri Andrian bangkit kembali. "Jangan dilihatin, biarin aja om tua gilanya semakin gila. Akbarnya bunda jangan." Ujar Nabila sambil mengusap pelan pe

