"Papa … ," Tiffany menghentikan langkahnya ketika membuka pintu rumahnya dan berteriak. Hal pertama yang dilihat adalah Jessica, wanita itu berdiri di balik pintu sambil membawa satu stik golf milik papanya. Belum lagi wajah galak Jessica yang membuat nyali Tiffany menciut. "Papa mana?" tanya Tiffany. Wanita itu akhirnya bisa pulang, meskipun senin besok dia harus kembali ke apartemen Bara. Entah dapat angin apa Bara memberi izin Tiffany untuk pulang ke ruang Leon. Dia tidak jika wanita itu begitu menyayangi ibunya, sehingga Bara meminta Tiffany untuk mengizinkan Bara selalu bersama dengan Tiffany. Kayak apapun Bara masih ingin memperjuangkan Tiffany selalu ada di sampingnya. Apapun rintangannya Bara akan tepat memilih Tiffany. Memeluk sahabatnya itu, Tiffany pun memajukan bibirnya,

