MELEPASKAN Aisyah berlari dari halaman menuju ke dalam rumah ketika Adam baru saja selesai memarkirkan mobilnya. Rinjani pun mengikuti langkah Ibunya secepat mungkin. Ariana terus memeluk jasad Heru yang sudah di tutupi oleh kain sarung berwarna cokelat. "ROMO!!!," panggil Aisyah, parau. Ia telah menangis di sepanjang perjalanan menuju ke rumah itu. Ariana sudah tak mampu mengatakan apapun lagi, hanya menangis yang bisa lakukan. Aisyah memeluk Adiknya dengan erat. Rinjani membantu Bi Inah menyiapkan segala sesuatunya untuk proses pemakaman dan juga tahlil yang akan dilaksanakan malam nanti. Adam duduk di samping jenazah dan membaca surat Yaa Siin, Ridwan terus saja berdo'a untuk Heru dengan wajahnya yang basah oleh airmata. "Romo tidak sakit Mbak Ai..., Romo masih baik-baik saja sa

