MENERIMA Karto menyadari bahwa dirinya sudah terkepung saat itu, ia tak punya pilihan lain selain melarikan diri sebelum ia diserahkan pada Polisi jika tertangkap. "Karto!!! Jangan lari kamu!!!," teriak Adam. Ustadz Hamid menahan tangan Adam. "Jangan mengejar Akh Adam..., biar kami saja yang mengejar orang itu," cegahnya. Adam pun setuju akan hal itu. Ia mendekat ke arah pintu kamar Aisyah untuk mengeluarkan mereka dari dalam sana. "Rinjani..., Nak..., buka pintunya sayang...," pinta Adam. Suara kunci pintu dan slot gerendel pun terdengar dari dalam. Wajah Ridwan yang masih memegangi balok-balok di tangannya pun terlihat oleh Adam. "Ridwan..., ini Paman Nak..., Karto sudah pergi ayo keluar," jelas Adam. Ridwan pun bernafas lega, ia segera menggeser kembali lemari jati yang dipa

