MERASA Ridwan terus menatap ke arah rantang makanan yang di bawanya dari rumah hari ini. Ia berpikir keras, tentang mengapa Rinjani masih mau mengurus keluarga ini, meskipun gadis itu sudah tahu bahwa Ibunya tersiksa selama bertahun-tahun akibat dari perbuatan anggota keluarganya sendiri. Jam makan siang hampir berakhir, dan Ridwan belum menyentuh sedikit pun makanan itu. "Pak Ridwan nggak makan?," tanya Asep, Cleaning Service di kantor itu. Ridwan tersenyum ke arahnya. "Saya baru saja mau makan Mang," jawabnya. "Tumben Pak tidak makan di luar seperti biasanya?." "Hari ini, orang di rumah mengemas bekal untuk saya Mang." "Alhamdulillah kalau Isteri Pak Ridwan mengemas bekal untuk Bapak, itu tandanya Isteri Bapak sangat perhatian dan tidak mau Bapak makan yang tidak higienis," uj

