Ashana sangat bersyukur memiliki Hanan sebagai sahabatnya. Laki-laki itu tak pernah menolak kapanpun ia membutuhkan bantuannya. Ashana kerap mengganggu Hanan dengan segala macam permintaannya. “Nan, aku nitip beliin soto ayam Surabaya yang di depan SMP, ya,” ucap Ashana pada Hanan di sambungan telepon. Ia merasa lebih nyaman meminta tolong pada Hanan dibanding papanya sendiri. “Aku lagi ngidam banget.” “Iya. Nanti aku belikan. Aku masih di butik sama Tisha. Sabar, ya.” “Iya. Jangan lama-lama, Nan. Anak-anakku lapar banget,” canda Ashana yang ditanggapi dengan gelak tawa dari seberang sana. “Ya sudah. Aku titip salam untuk Tisha, ya.” “Iya. Aku sampaikan salam kamu.” Akhir-akhir ini, Hanan mengurusi persiapan pernikahannya dengan kekasihnya—Tisha. Keduanya sibuk bolak-balik bertemu den

