"puas lo Jen, puas lihat Joy begitu" ucap Taehyung menatap Jennie dengan tatapan marah
"Lo gak seneng lihat gue bahagia, puas lo udah hancurin hidup gue" Taehyung yang awalnya tidak percaya melihat Jennie mengirim foto Joy yang terpejam diruang rumah sakit segera ketempat itu.
"pasti lo sekarang merasa menang kan, hebat lo Jen hebat" ucap Taehyung lalu bertepuk tangan
"jangan salahin gue, gue gak salah" ucap Jennie merasa takut dan khawatir, hatinya merasa sakit ketika disalahkan. Tatapan Taehyung yang dulu lembut kini penuh amarah seolah semua adalah salah dirinya, Jennie biasa melihat seberapa besar cinta Taehyung kepada Joy.
"gue muak sama lo jen" teriak Taehyung
"Taehyung itu salah Joy sendiri nolong gue dan gue gak sengaja dorong dia" ucap Jennie dengan air mata mengalir.
"lo perempuan apa iblis? Nyesel gue pernah sayang sama lo" ucap Taehyung meninggalkan Jennie yang terduduk diparkiran rumah sakit sambil menangis tidak peduli tatapan orang yang belalu lalang.
.
.
Jungkook menunggu didepan ruang icu, dirinya tidak berani memeriksa Joy. Dirinya takut jika hasilnya mengecewakan kakak kesayangannya.
"Jungkook, gimana keadaan Joy kenapa kamu diluar nak" tanya ibu Joy yang mendapatkan kabar kalau anaknya kritis
"dimana Taehyung" ucap Chanyeol yang tidak melihat keberadaan Taehyung
"lagi soweran mungkin bang, gak usah diganggu dia kelihat kacau banget" ucap Jungkook, Jungkook memang tidak terlalu menyukai Taehyung tapi jika ada apa-apa dengan lelaki itu pasti bisa membuat Joy semakin terluka.
"semoga Joy gak apa-apa " ucap ibu Taehyung sembari menelpon anaknya takut terjadi sesuatu dengan Taehyung.
"udah kak, Taehyung gak ditelpon lagi menenangkan diri" ucap Jungkook mencairkan suasana agar dirinya tidak panik
"jadi berasa muda dipanggil kak" ucap ibu Taehyung yang mulai rilek dan Ibu Joy tersenyum
.
.
Benar Taehyung kacau sangat kacau saat ini, air mata mengalir dari wajahnya. Pernyataan dokter membuat dirinya harus memilih pilihan berat, dan terpaksa merelakan janin diperut Joy.
"maafkan ayah nak" ucap Taehyung
"maafkan aku Joy gak bisa jaga kamu" ucap Taehyung
"b******k lo Tae" ucap Taehyung lagi
Taehyung kesal pada diri sendiri tidak bisa menjaga Joy dengan baik, perempuan yang dirinya cintai dan calon anaknya yang dirinya sayangi.
Rasa sakitnya lebih sakit dari pada Jennie meninggalkannya dulu, beribu-ribu menyakitkan. Dirinya telah menjadi pembunuh darah daging sendiri.
Taehyung khawatir dengan reaksi Joy nanti, takut air mata mengalir dari wajah istrinya. Taehyung sangat takut dengan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.
Andai waktu bisa diputar, andai dirinya tidak menampung Jennie mungkin Joy bisa jujur dengan kehamilannya. Taehyung tidak akan mendengar kabar kehamilan dari Jungkook.
Semua salah dirinya, dirinya benar-benar sangat bodoh, dirinya malah menghancurkan Joy. dirinya yang menarik Joy dari zona nyamannya bukan membuat wanita itu bahagia tapi membuat Joy merasakan kesedihan begitu dalam.
"maafin aku Joy" ucap Taehyung
Bahkan kata dokter walaupun janin Joy diambil, kandungannya menjadi lemah.
Taehyung tidak pernah tahu kalau Joy menyimpan semuanya sendiri, kandungan Joy yang lemah sedari awal tapi Joy selalu bersikap ceria. Dirinya yang sering meragukan cinta Joy padahal dengan sikap Joy kepadanya bisa terlihat kalau Joy juga mencintainya.
bodoh dirinya benar-benar merasa sangat bodoh.
semua salah dirinya.
Salahnya harusnya dirinya bisa menjaga Joy lebih baik lagi.
.
.
.
.
.
.
Ayah Taehyung menatap punggung anaknya telah tatapan iba, lelaki paruh baya tersebut berjalan mendekati putranya satu-satunya yang payah. Walaupun Taehyung sudah dewasa tapi dimatanya Taehyung tetaplah balita.
"cih cowok nangis" celetuk Ayah Taehyung
"siapa yang nangis" ucap Taehyung yang jelas-jelas matanya memerah.
"trus ngapain dibawah pohon, berharap ada uang jatuh dari helipkopter"
"yah, kira-kira Joy bakal benci sama aku gak"
"kenapa kamu gak cek sendiri"
"takut"
"payah, kawinin anak orang berani. Perasaan anak ayah itu jagoan neon kamu anak siapa? Ah saya lupa kamu anak mungut di dekat tong sampah kebawa banjir makanya payah" ucap Ayah Taehyung membuat Taehyung merasa kesal.
Dulu waktu dirinya kecil, pernah ditipi kalau yang melahirkan dirinya itu ayahnya lewat hidung.
"sana temui Joy, dia lagi butuhin kamu. Sebagai lelaki harus kuat, jangan lembek" ucap Ayah Taehyung
"makasih ayah, udah nasehati Taehyung. Sini peluk" ucap Taehyung merentangkan tangannya
"ogah" ucap ayah Taehyung menjitak kepala Taehyung agar anak lelakinya menjadi normal kembali.
"ayah jahat. Okey Taehyung aduin ke ibu biar ayah gak dapet jatah" ucap Taehyung berdiri sambil tersenyum, dirinya merasa malu kepada diri sendiri.
Harusnya dirinya menemui Joy bukan duduk dibawah pohon, untung ayahnya datang kalau tida dirinya mungkin sudah culik.
.
.
Taehyung mengembuskan nafas lalu mengeluarkan lagi, jantungnya berdetak tidak karuan.Taehyung menenangkan dirinya berharap kalau semua akan baik-baik saja, dirinya akan menerima jika Joy marah-marah kepada dirinya.
"kok baru datang, kaya polisi india" ucap Jungkook bersedekap
"Jung" ucap Joy lembut membuat Jungkook terdiam, apa salahnya dirinya hanya menonton film dan polisinya telat datang.
"aku pergi dulu ya mbak Joy dan makanan itu dimakan jangan jadiin pajangan kasian nasinya nanti nangis" ucap Jungkook tersenyum lalu meninggalkan ruangan Joy tanpa menatap Taehyung.
Taehyung duduk didekat ranjang Joy, dirinya menjadi bingung harus berkata bagaimana.
"kamu belum makan?' tanya Taehyung, Joy mengangguk
"aku suapin ya" ucap Taehyung lembut, Joy mengangguk.
Sebenarnya Joy tidak mood untuk makanan, makanan rumah sakit terasa begitu hambar. Apa-apaan mereka sudah bayar mahal-mahal makanannya hanya begitu tidak ada rasa-rasanya. Kenapa tidak bakso, mie ayam, nasi goreng atau nasi padang pasti banyak orang yang betah dirumah sakit dan jangan lupa tambah wifi.
Joy terpaksa membuka mulut menelan makanan yang rasanya sangat hambar, dirinya yakin yang memasak lupa memasukan garam.
Taehyung dengan telaten menyuapi Joy setidaknya dirinya berguna meski tidak tega menyuapi Joy dengan makanan rumah sakit, andai dokter mengijinkan mending dirinya membeli sendiri makanan untuk istrinya.
"pinter" ucap Taehyung tersenyum mengusap ramput Joy saat makanan telah habis, lalu Taehyung mengambil tisu membantu menyeka mulut Joy.
"minum ya, jangan tidur dulu nanti mutah habis itu minum obat" ucap Taehyung lembut, Taehyung mengambil pil obat sedangkan Joy hanya memperhatikan.
Taehyung meletakan pil tersebut ke sendok lalu menekannya mengunakan sendok satunya agar lembut, setelah itu diberi air sedikit.
"a.. " ucap Taehyung dan Joy tersenyum akhirnya dirinya tidak perlu kembung lagi terpaksa menelan obat dengan air yang banyak tapi ujung-ujungnya keluar lagi.
"ini pisang biar gak pait" ucap Taehyung menyodorkan pisang yang telah dikupas kepada Joy setelah menyuapi Joy obat dan memberi minum.
"makasih ya" ucap Joy
"sama-sama" Taehyung tersenyum lembut.
Joy tidak menyalahkan Taehyung dengan apa yang terjadi justru dirinya merasa bersalah karena tidak sempat memberi Taehyung tentang kehamilannya. Joy takut Taehyung menjadi kecewa apalagi jika Taehyung tahu penyebabnya.
tbc