BONUS

1074 Words
"bunda kok susunya udah diminum sih" ucap Taehyung sambil bersedekap menatap Joy yang sedang memegang gelas kosong karena isinya telah dirinya minum. "s**u diminum masa buat mandi, ngapain sih panggil-panggil bunda kaya anak sd yang pacaran" ucap Joy "biar so swit gitu, harusnya ayah yang buatin bunda s**u trus bunda gak mau minum s**u nanti ayah yang minum susunya trus transfer kemulut bunda sekalian ciuman" ucap Taehyung tersenyum "jijik tae" "biasain harus panggil ayah. Titik kalau gak ayah gak kasih jatah" ucap Taehyung cemberut. "ayah ngambek nih" lanjut Taehyung dan Joy hanya menatap datar "bodo amat, mau ngambek atau guling-guling , aku tak peduli" "okey fix , aku guling - guling" Taehyung merebahkan dirinya dilantai lalu menguling-gulungkan tubuhnya. "bodo gak kenal gak kenal" ucap Joy pergi dari dapur meninggalkan Taehyung yang frustasi sendiri, kenapa Joy tidak seperti ekspetasi dirinya. Padahal dirinya sudah mempelajari menjadi suami yang baik atas rekomendasi ibunya yang menyarankan dirinya membaca sebuah cerita. . . "bunda kamu gak minta beliiin apa gitu, aku siap orderin pake go food" ucap Taehyung yang lagi-lagi menganggu Joy yang sedang menonton drama indosiar yang berjudul "Tuan Krab yang kaya mati kuburannya penuh dengan uang, lalu uangnya diambil oleh spongebob untuk membeli kerdus tv" "mas Taehyung sayang" "iya sayang kenapa, apa yang wahai adinda butuhkan. Kang mas siap untuk memenuhinya" ucap Taehyung "bisa enyah gak, ke kantor kek atau berkebun" "ini hari minggu sayang, berkebun? Tidak itu bisa merusak ketampananku yang abadi" Semenjak kandungan Joy menginjak usia tiga bulan kelakukan Taehyung semakin absurd, semakin percaya diri dan alay dan satu lagi menjadi sombong. Contoh kesombonganya Taehyung salah satunya yaitu lihat gue bisa hamilin istri gue, gue lelaki sejati dan perkasa. Selain itu juga Taehyung semakin posesif kepada dirinya, pernah disuatu pagi yang mendung Joy lapar mau pergi kedapur,. Entah angin dari mana Taehyung tidak mengijinkannya menginjak lantai, dengan alasan lelaki itu bermimpi kalau dirinya terpeleset. Jadilah satu hari kemanapun Joy pergi Taehyung mengendongnya. Termasuk Joy buang air besar, Taehyung menunggu didalam sambil bermain ponsel serta memakai masker. "Mas, aku pengen es krim" ucap Joy melihat iklan es krim "gak boleh" "JAHAT KAMU MAS, ISTRIMU HAMIL TAPI GAK BOLEH MAKAN ES KRIM" teriak Joy kesal "aku beliin makanan apapun tapi jangan es krim, tadi kamu udah makan es krim sayang" "BODO TAEHYUNG PELIT, AKU PECAT KAMU JADI SUAMI" Teriak Joy lalu menangis membuat Taehyung tidak tega sendiri. "Jangan pecat aku sayang, nanti tidurku tidak lengkap tanpa kamu" ucap Taehyung memegang tangan Joy. "tidak tidak lepaskan aku" ucap Joy mencoba untuk melepaskan genggaman tangan Taehyung. "tidak tida aku lepas" ucap Taehyung menerik tangan Joy lalu memeluk Joy. Sedangkan disisi lain kedua lelaki paruh baya tidak peduli malah asik bermain catur, sedangkan ibu-ibu menonton mereka sambil mengomentari seperti sporter sepak bola. . . Adakala kecemasan melanda dirinya Joy yang semakin lama perutnya membesar, dirinya benar-benar takut. "Taehyung kalau aku mati habis lahirin gimana?" ucap Joy yang memikirkan perkataan Yerin yang berkata kalau melahirkan itu sangat-sangat sakit sekali. "jangan bicara begitu sayang, aku yakin kamu perempuan yang kuat" ucap Taehyung, adakalanya juga Taehyung bisa menjadi dewasa menenangkan Joy yang ketakutan meski dirinya merasa takut tapi bagaimanapun dirinya harus menguatkan istrinya. "kalau kamu takut, nanti sesar aja" "gak mau nanti, aku pengin lahirin normal" "iya iya sayang, jangan pikirin hal-hal negatif, mana istriku yang selalu berfikir positif" "makasih, aku beruntung punya kamu" ucap Joy memeluk Taehyung "harus dong aku itu idaman, suami tampan , siaga , baik hati tidak sombong sudah terbukti bisa hamilin kamu macam aku harus merasa beruntung dan bangga" ucap Taehyung menyombongkan diri. Dan seketika Joy ingin memutar waktu. . . Beberapa bulan kemudian "permisi, mau ngasih tahu kalau istri pak Taehyung akan melahirkan" ucap Eunwoo yang mendapat kabar dari ibu Taehyung karena nomer Taehyung tidak aktif. "selamat Taehyung akhirnya, bapak jadi ayah" ucap karyawan menyalami Taehyung yang masih memproses ucapan Eunwoo. "selamat ya pak" "selamat pak" "selamat pak" Joy melahirkan, Joy melahirkan. Joy melahirkan. Joy melahirkan. Joy melahirkan. JOY MELAHIRKAN. JOY MELAHIRKAN. JOY MELAHIRKAN. JOY MELAHIRKAN. JOY MELAHIRKAN. Serius dirinya jadi ayah Akhirnya baby mbul muncul "HORE" teriak Taehyung lalu berlari-lari diruangan rapat sedangkan karyawan berpura-pura tidak melihat lalu keluar. Eunwoo yang melihatnya menjadi greget sendiri. "ayo pak kerumah sakit, mbak Joy pasti butuh bapak" ucap Eunwoo "oh iya iya pinter kamu woo tidak salah kamu aku naikan pangkatnya" ucap Taehyung . . Di rumah sakit "sayang kamu gak apa-apa, aku akan siap mendampingimu" ucap Taehyung tersenyum disamping Joy "nanti sakitnya tranfer ke aku biar aku bisa membantu kamu merasakan sakit" lanjut Taehyung "pak dokter bisa usir Taehyung gak, dokter Jungkook aja yang nemenin saya. Saya rasa nanti kalau Taehyung yang disini bayi yang mau keluar masuk lagi" ucap Joy sambil menahan sakit diperutnya. Rasanya sakit dan seperti ingin buang air besar. Ocehan Taehyung malah membuat dirinya pusing. "ko aku diusir" ucap Taehyung tidak terima "keluar aja Tae" ucap ibu Taehyung menarik tangan Taehyung untuk keluar dari ruangan. "aku ayahnya " ucap Taehyung duduk didepan pintu yang tertutup. "kenapa kalian tega sekali" lanjutnya Taehyung duduk didekat pintu, dirinya benar-benar takut sekali dan dirinya juga tidak diijinkan mendampingi Joy, padahal dirinya suaminya. Bukankan suami harusnya mendampingi istri saat melahirkan tapi kenapa Joy malah minta Jungkook mendampingi. Pikiran negatif mulai menyerang sistem kerja otaknya. Jangan-jangan Jungkook memberi guna-guna gara-gara sampai sekarang dirinya melarang sepupunya untuk menjaga jarak radius 100 meter dari Jungkook dan lelaki itu ingin balas dendam. Ini tidak bisa dibiarkan Jungkook itu licik. Butuh waktu lumayan lama sampai terdengar suara bayi membuat hati Taehyung menghangat, dirinya menjadi seorang ayah. "anak aku lahir pak, ibu, bapak metua ibu mertua" ucap Taehyung sangat senang sekali "hentikan ke alayanmu ,kamu sudah menjadi ayah jaga sikap" ucap Chanyeol dengan memakai seragam kebanggaannya yaitu tentara, Chanyeol adalah salah satu Tentara angkatan darat. "siap" ucap Taehyung Bahagia itu yang dirasakan bukan hanya Taehyung tapi keluarga mereka juga, Taehyung bersyukur memiliki pendamping hidup seperti Joy, perempuan yang selalu berpikir positif. Mau mendengarkan penjelasannya agar tidak jadi kesal pahaman. Joy juga bersyukur dibalik sifat kealayan Taehyung, lelaki itu tulus kepada dirinya dan menyayanginya. Bodoh sekali seorang yang telah menyia-nyiakan lelaki sebaik Taehyung. "ini matanya mirip aku" ucap Taehyung "bibirnya mirip aku, wajahnya juga. Kok bisa mirip aku sih, pasti karena aku ganteng" ucap Taehyung terkekeh melihat bayi yang sedang Joy susui. "enak ya nak, gantian sama ayah dong" Plak Joy yang mendengarnya memukul kepala Taehyung dan Taehyung hanya terkekeh lalu mengecup kening Joy ."aku sayang kalian" ucap Taehyung tulus mencium pipi bayi embulnya. .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD