Taehyung merasa aneh dengan sikap Joy akhir-akhir ini, perempuan itu malah menyuruh Jennie tetap tinggal bersama mereka.
Bukan hanya itu Joy meminta Taehyung untuk mencari pekerjaan untuk Jennie tapi jangan diperusahaan milik Taehyung.
Dan lebih menyenangkan lagi Joy semakin manja kepada dirinya.
"Joy kamu yakin, Jennie tetap disini?"
"iya aku yakin, lagian kasian dia gak punya tempat tinggal" ucap Joy tersenyum, Taehyung merasa heran sendiri.
"kamu takut perpaling dan kembali ke Jennie" tanya Joy
"gak lah, aku sayang kamu Joy. kenapa kamu selalu raguin aku. Hm"
"gak tahu"
"Lalu kenapa kamu minta aku cariin kerja buat Jennie"
"Sebagai manusia harus saling tolong menolong"
Perempuan seperti Jennie tidak akan mundur walau sudah pergi dari rumah mereka, bukankan lebih mudah membuat Jennie mundur secara perlahan agar Jennie tahu posisinya sekarang.
Berkerja mungkin itu akan membuat Jennie lupa dengan Taehyung karena sibuk.
"yaudah aku berangkat dulu kalau apa-apa hubungi aku, kalau mau pergi juga kasih tahu jangan buat aku khawatir" ucap Taehyung tersenyum lalu mengecup kening Joy dengan sayang.
"aku antar sampai depan pintu"
"tumben"
"nurut aja sih, gak usah bawel" ucap Joy
"iya iya sayang" Joy tersenyum merangkul lengan Taehyung, Joy bisa melihat tatapan kesal dari Jennie saat dirinya dan Taehyung begitu mesra, lihatlahh orang iri itu.
"Taehyung aku siapin bekal buat kamu" ucap Jennie menyerahkan kotak bekal, Taehyung melirik Joy sekilas. Mood Joy sedang baik dirinya tidak ingin merusaknya.
"kasih Ong aja yang jomblo" ucap Taehyung
"tapi ini" ucapan Jennie terpotong karena perkataan Joy
"maaf jen" ucap Taehyung dan Joy tersenyum penuh kemenangan kenapa rasanya hatinya seperti ada kembang api yang meledak-ledak melihat Jennie ditolak Taehyung
Mampus mampus batin Joy
"aku berangkat ya" pamit Taehyung kepada Joy
"iya " ucap Jennie tersenyum
"Taehyung nunduk dulu, rambut kamu ada ubannya " ucap Joy, Taehyung yang bingung mengikuti perintah Joy masa sih dirinya ubanan, tapi Taehyung heran karena Joy melingkarkan lengannya dileher Taehyung, Taehyung kira Joy akan mencekiknya tapi dugaannya salah.
cup
Joy mengecup bibir Taehyung lalu mengerak-gerakan bibirnya sesuai ajaran Taehyung, Taehyung yang awalnya kaget dengan otomatis membalas ciuman Joy. Taehyung semakin merapatkan dirinya dengan Joy agar semakin dalam ciumannya. Taehyung merasa bahagia sekali baru kali ini Joy berinisiatif menciumnya dulu.
Jennie meremas tanganya menatap kesal Joy yang berani-beraninya mencium Taehyung didepannya rasanya Jennie ingin menempelkan setrika dimulut Joy.
Sialan batin Jennie
Bukan hanya kecupan tapi lumatan-lumatan dikeduanya, Jennie semakin marah saat Joy menatap dirinya melalui sudut matanya dan meremehkan dirinya.
Jennie yang sudah tidak tahan pergi dari hadapan mereka berdua
Dasar p*****r batin Jennie tidak terima
Taehyung yang tahu mereka butuh pasokan oksigen memisahkan bibirnya dengan Joy, menngusap bibir Joy lembut.
"makasih sayang penyemangatnya" Taehyung tersenyum kotak khasnya, rasanya hari ini dirinya ingin segera pulang dan menghabiskan waktu bersama dengan Joy.
"kamu ikut aku kekantor ya?" ucap Taehyung
"gak mau" jawab Joy
"yaudah aku bakal pulang cepet" Taehyung tersenyum dengan nada lembut sambil mengelus rambut Joy.
Cup
Cup
Cup
Taehyung mengecupi seluruh wajah Joy membuat Joy terkekeh, kenapa rasanya begitu bahagia.
"udah sana cari uang yang banyak"
"siap nyonya, i love you"
"bye bye" teriak Joy melambaikan tanganya saat mobil yang ditumpangi Taehyung melaju. Joy tersenyum lalu mengelus perutnya yang masih rata, dirinya memang belum memberi tahu kalau dirinya hamil.
Joy takut kalau dirinya memberi tahu Taehyung dan Jennie mendengar perempuan itu bisa berbuat jahat kepada dirinya.
Maafkan Joy ya Tuhan, udah berfikir negatif batin Joy
Didalam mobil Taehyung tidak henti-hentinya tersenyum membuat Ong merasa aneh.
"ngapain lihat-lihat iri ya" ucap Taehyung
"makanya nikah"
Gimana mau cari jodoh, anda saja memberi tugas saya kerja bagai kuda batin Ong
"tapi ngomong-ngomong Joy udah cinta belum ya sama gue" monolog Taehyung
.
.
.
.
Personal Chat.
My wife :
Mas Taehyung, nanti kalau pulang harus bawa telur gulung 100 tusuk rasa telur, jangan terlalu pedes
Taehyung :
Itu doang?
My wife :
IYA HARUS KAMU YANG BELI JANGAN ONG !!!
Taehyung :
Gak elit banget jajanannya
My Wife :
Katanya holkay masa gak mampu beli telur gulung,
Huhuhuhhu....
Taehyung :
Iya iya sayang, aku yang beli sekalian sama gerobak-gerobaknya
My Wife :
Aku gak doyan gerobak
Taehyung :
Iya iya , aku beliiin
.
.
.
Entah berapa kali Taehyung tersenyum, ini adalah pertama kali Joy meminta sesuatu darinya. Jangan telur gulung, telur dinosaurus pasti akan dirinya cari untuk kesayanganya.
Sejak awal menikah Joy memang tidak pernah meminta sesuatu darinya, bahkan kartu kredit yang dirinya berikan untuk Joy jarang Joy gunakan.
Padahal Taehyung tidak masalah jika Joy mengunakan uangnya, dirinya juga bekerja untuk Joy. siapa yang akan mengunakan uangnya jika bukan istrinya.
Dret .. dret ..
Getar ponsel Taehyung membuat lelaki itu membukanya lalu tersenyum ternyata pesan dari istrinya tapi senyumnya luntur.
My Wife :
Aku diajak bang Seulgi sama mbak Jimin buat main kerumah barunya. Boleh ya?
Taehyung :
GAK BOLEH, KAMU HARUS DIRUMAH TITIK
My Wife :
Yaudah iya iya
Baikan aku nurut tapi awas kalau gak ada telur gulung
Taehyung :
Iya sayang
Taehyung ingat kalau Jimin pernah mengirim pesan kalau akan menculik Joy dan tidak membiarkan dirinya menemui Joy lagi lalu membawa kabur Joy ke tempat antar berantah agar Taehyung tidak bisa menemui Joy.
Itu pasti rencana Jimin untuk menculik Joy, apa salah dirinya sehingga Jimin ingin menculik Joy.
Taehyung tidak bisa membayangkan kalau dirinya tidak bisa bertemu Joy lagi, dirinya pasti akan jadi gila seperti cerita w*****d yang ibunya buat.
Dan tambah lagi bang Chanyeol yang akan membuat nyawanya melayang tapi gak apa-apa mati kalau gak bisa bareng Joy nanti dirinya jadi arwah lalu mengikuti Joy terus kalau Joy punya lelaki lain dirinya akan menghantui lelaki itu.
Rencana yang bagus Tuan Taehyung batinnya
.
.
Kesal Jennie benar-benar merasa kesal ditambah lagi ibu mantan kekasihnya yang terus menghubunginya karena dirinya tidak sengaja melempar gelas kekepala mantannya, padahal jelas-jelas kalau Jennie tidak menyukai lelaki itu hanya memanfaatkannya.
Jennie juga sadar kalau dirinya sangat mencinta Taehyung, dirinya merindukan Taehyung yang dulu. Taehyung yang selalu memperhatikan dirinya.
Jennie bukan orang miskin yang tidak mampu membeli sebuah apartemen sendiri lagian apartemennya sebenarnya baik-baik saja.
Apartemen yang Taehyung belikan untuknya dulu, Taehyung selalu memberi apapun yang dirinya mau, menganggap dirinya ratu.
Tapi semua gara-gara perempuan licik itu yang menawarkan tubuhnya saat Taehyung putus asa karena dirinya, andai Taehyung lebih cepat memulihkan keadaan perusaannya tentu perempuan licik itu tidak akan menjadi istri Taehyung.
Taehyung tidak pantas untuk perempuan selevel Joy, Joy perempuan biasa-biasa saja tidak ada yang menarik.
Jennie tersenyum teringat kalau Taehyung selalu menghargai dirinya sebagai perempuan tidak pernah melakukan lebih selain bergandengan tangan. Ya memang terkadang itu membosankan bagi Jennie tapi itu bisa membuat nilai plus bagi dirinya.
Taehyung hanya membutuhkan tubuh Joy, bagaimana kalau dirinya mengoda lelaki itu. Siapa yang tahan dengan godaannya, dirinya akan melihat Joy menangis meraung-raung dan pergi dari Taehyung.
Tapi bukankah perempuan seperti Joy hanya dipanas-panasi sedikit pasti akan menangis, Joy itu perempuan lemah bagi Jennie.
tbc