"Princess, apa kau sudah siap?" tanya Rey, dia berjalan seraya membenarkan rambutnya. "Sudah," jawab Alinka, dia keluar dari ruang ganti dengan pakaian serba hitam anti peluru. Rey tersenyum melihatnya, rambut Alinka digerai panjang. Dia belum memakai penutup wajah apa pun. Alinka melihat Rey dari atas sampai bawah. Rey menaikkan alisnya sebelah, sepertinya ada yang salah pada dirinya. Alinka mendekat, jarak antar mereka hanya beberapa senti saja sekarang. Dipegangnya jaket yang dikenakan oleh Rey, lalu Alinka menarik resleting nya ke atas. Rey terpaku, dia baru kali ini diperlakukan seperti itu. Senyuman tipis muncul pada bibirnya, ketika Alinka menyentil dahinya keras. "Ini malam, bukan untuk bergaya. Bagaimana jika kau sakit atau terluka karena tembakan yang menembus bagian tubu

