Calvin duduk sendirian di ruang tengah, ia menghela napasnya berkali-kali, Sarah belum sadar dan di Villa hanya ada dia, Nathan dan Simon. Jack dan Sean belum kembali. Ia memutuskan untuk menunggu Sarah sadar di luar saja, karena gadis itu sepertinya membutuhkan ruang untuk istirahat. Mungkin saja, tadi di rumah sakit ia sibuk sehingga kelelahan. Suara pintu kamar berderit, seseorang baru saja keluar dan itu adalah Nathan. Pria berambut pirang itu perlahan berjalan mendekati Calvin dengan membawa dua buah minuman kaleng yang menyegarkan. Ia memberikan salah satunya pada Calvin lalu duduk di sebelah pria yang sedang gundah itu. “Jangan terlalu mencemaskannya, dia mungkin memang kelelahan biasa,” ucap Nathan pada Calvin. Calvin mengangguk pelan, pria itu membuka minuman kaleng itu dan m

