KABAR ANGINSepeninggal orang tua Bila, Rian menelepon Anwar. Mengabarkan jika ibunya pingsan. Pemuda yang masih menempuh mata kuliah di kelasnya itu, panik. Dia memutuskan minta ijin pada dosen untuk mengakhiri kelas. Mengendari motor dengan kecepatan di atas rata-rata, Anwar tak memedulikan keselamatannya. Kesehatan Sumaiyah jauh lebih penting dari nyawanya saat ini. Jarak tempuh sepuluh menit saja, dia sudah sampai di rumah. Tanpa mencopot helm yang dikenakan, dia berteriak memanggil Rian. "Mas, gimana itu? Sampai sekarang Ibu belum sadar," kata Rian. "Kenapa bisa gitu, Dik? Udah manggil dokter?" tanya Anwar beruntun. Mengalirlah perkataan dari Rian dan Nitami yang tersedu saat bercerita. Entah apa yang dipikirkan Anwar setelah kedua adiknya selesai berkata. Dia keluar rumah. "Jagai

