Yoga berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi lambungnya. Dan Renata dengan kejamnya tertawa melihat penderitaan suaminya. “Uh, kasian suami aku lagi hamil.” “Ini kan karena aku terlalu sayang sama kamu, makanya aku mau berbagi penderitaan selama kamu hamil.” “Ih, kamu gombal.”, balas Renata diiringi tawa Yoga. Renata menarik tangan Yoga dan menuntunnya ke meja mini bar unit apartemennya. Renata menyediakan sarapan berupa roti yang diolesi selai srikaya dan segelas teh hangat, kemudian memberikan obat pereda mual pada suaminya. Ia tidak mau suaminya mual selama di kantor. Bisa hancur reputasi suaminya itu karena ia yakin Arkan dan Radit pasti menertawakannya dengan kejam kalau tahu Yoga mengalami morning sickness. “Sayang, nanti makan siang bareng, ya.” “Oke. Mau makan di mana?” “

