17th January Thursday, 7.50 A.M. Jennifer’s House, London, UK. Suara ponsel berdering. Jennifer mengambilnya dan membuka isi pesan yang masuk. Jennifer mengernyitkan keningnya. Lagi-lagi, nomor tidak diketahui terus mengiriminya pesan. XXX-XXXXX: Sweet morning for you, Sweet Angle. Jennifer begidik membayangkan bagaimana orang itu mengatakannya tepat di wajahnya. Ia mengabaikan pesan aneh itu dan berniat menghubungi Arthur. ia berpikir mungkin Arthur bisa membantunya saat ini. ia tidak akan memberi tahu hal ini pada Ruby, karena dia pasti akan menggila. “Hei, Arthur.” sapa Jennifer begitu arthur menjawab panggilannya. “Ada apa, jennifer?” balas Arthur. “Bisakah aku menemuimu nanti setelah bekerja? Ada hal yang harus kubicarakan d

