Lima puluh delapan

1581 Words

Sekilas Yumna menatap ke arah jam tangan berbentuk bulat yang melingkar di lengannya. Waktu istirahat hanya tersisa sekitar sepuluh menit lagi dan seharusnya dia sudah bersiap kembali ke ruangan, namun melihat situasi yang ada sekarang sepertinya akan sulit karena ada salah seorang wanita yang berdiri dengan angkuh. meminta penjelasan tentang sesuatu yang sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan dia. "Memangnya kenapa kalau Kama nikah sama gue?" tanya Yumna dingin. Dia bisa melihat tatapan cemas yang ditunjukan oleh Ina, wanita itu juga berulang kali melihat ke arah ponsel, seakan sedang berusaha menghubungi seseorang. Marcia berdecih, melipat kedua lengannya di d**a. "Ya enggak pantes dong! Kama itu orangnya baik, walaupun enggak banyak omong tapi dia bisa menghargai orang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD