"Wah, apa nih?" Kama menunduk sedikit ke arah Yumna yang berjalan di sebelahnya, kala dia mendengar seruan menggoda dari Aris. Dia tersenyum, beradu pandang dengan Yumna yang juga tengah tersenyum padanya. Pagi ini, dia memang datang bersama dengan Yumna, yang resmi kembali menjadi kekasihnya. Setelah pembicaraan yang terjadi kemarin juga waktu dimana mereka saling mengungkapkan perasaan mereka masing-masing, pada akhirnya Yumna kembali menerima ajakan balikan yang diajukan oleh Kama. Mengingat bahwa semuanya juga bagian dari kesalahannya yang lebih memilih menutup masalahnya seorang diri daripada berkata jujur pada Kama, sehingga Kama menjadi salah paham padanya. "Lo ingat enggak sih, Na? Kemarin ada orang yang marah-marah di grup. Bahkan sampai ngatain kita penipu di chat pribadi. Eh,

