"Sungguh malang nasib perempuan ini. Aku harus segera membawanya ke RS." Laki-laki itu mengemudikan mobilnya menuju RS terdekat. Dia tidak kenal perempuan yang ditolongnya. Nuraninya berkata dia harus menolongnya. Mentari menelisik melalui jendela kamar dengan tirai putih. Nadia sedikit membuka matanya merasa ini bukan kamarnya. Dia menggerakkan badannya yang terasa kaku lalu menoleh ke kanan kiri. Dia mencoba mengingat kejadian sebelumnya. Terakhir dia sedang dihadang orang-orang bak preman dan mencoba menyerangnya. Nadia tau mereka membalas dendam karena dirnya menggagalkan aksi penjambretan terhadap Bu Sari. Dia tak menyangka akan bernasib seperti ini. 'Lalu siapa yang membawaku ke RS? Mas Aldo kah?' pikir Nadia. Tiba-tiba air matanya tak terbendung teringat kata-kata Aldo yang meny

