“Masalah hati memang tidak bisa dipaksakan. Kalau bukan dari diri sendiri yang berusaha mengobati maka dia akan selamanya terpuruk.” Nadia sampai di rumah menata belanjaannya di rak berisi persediaan sehari-hari. Dia juga membeli cemilan barangkali siswanya Aldo datang untuk latihan lagi. Selesai menata belanjaan, Nadia masuk kamar mandi berniat membersihkan diri. Dia kelelahan karena belanja dengan emosi. Nadia merasakan tubuhnya segar selesai mandi, ditambah sabun yang dipakai baru dibelinya tadi. Sabun aromaterapy yang selalu dipakainya membuat moodnya selalu bersemangat apalagi saat sedang banyak pekerjaan. Brakk, terdengar gebrakan sebuah pintu depan. Kentara sekali terdengar karena rumah mereka memang hanya satu lantai. Suara langkah kaki semakin mendekati kamarnya. 'Apa Mas Ald

