Menyembunyikan.

1886 Words
Tahun demi tahun pun berlalu. Saat ini, Ken sudah memasuki kelas 4 SD. Di pagi hari sebelum berangkat sekolah, Ken selalu meluangkan waktu untuk pergi ke pasar membeli beberapa bahan makanan. Ia juga suka membantu ibu-ibu mengangkat barang belanjaannya. Pada waktu pulang sekolah, ia selalu mengasah kemampuan Api miliknya dan terus menerus hingga ia bisa menguasainya. Ia melakukan semua itu agar tidak merasa kesepian. Sering kali ia juga mengeluarkan kekuatan Api miliknya di luar secara diam-diam. Kadang ia melakukan kemampuan itu untuk mengusili anak-anak di sekolahnya. Ken memang dikenal sangat nakal dan usil, sehingga membuat Nisa jadi sering datang ke sekolah karena mendapat panggilan dari guru di sekolah Ken. Nisa pun memakluminya karena ia tahu suatu saat nanti akan terjadi hal seperti ini, mengingat dulu Eva juga sangat usil ketika ia masih seumuran Ken. Ken sangat membenci saat ada pengambilan rapor di sekolahnya. Karena saat itu, ia harus melihat murid-murid yang lain sedang bersama kedua orang tuanya, Sedangkan ia tidak. Ken pun sering mendapatkan masalah, ia sering dipalak oleh anak-anak SMP. Ken tidak bisa melawan karena tidak ingin menunjukkan kekuatannya. Hampir setiap hari Ken pulang dengan keadaan terluka karena di pukuli oleh anak-anak SMP yang mencoba memalakinya. Pada suatu hari, Ken ingin memasak sesuatu untuk Nisa, Ia pergi menuju pasar untuk membeli beberapa bahan makanan. saat ia berada di perjalanan menuju rumahnya. Ia di jegat oleh anak-anak SMP yang tidak dikenalinya.   "Oh jadi lo orangnya yang ngerjain adik gue?!". Kata salah satu anak tersebut.  "Mau apa kalian semua?". ucap Ken dengan nada membentak   "Mau balas dendam dong. Gue dengar-dengar lo anak orang kaya. Itu apa yang ada ditangan lo? Sini buat gue!". Ken pun hanya bisa terdiam dan tidak bisa melawan. Dan akhirnya, mereka merebut paksa barang belanjaan Ken beserta uangnya. Ken juga dipukuli oleh mereka karena Ken sempat mencoba melawan. Seperti biasa, Ken tidak bisa menunjukkan kekuatannya karena tidak ingin membuat masalah yang lebih besar. Beruntung, Ken masih bisa berdiri walaupun dalam keadaan babak belur. Kebetulan ia juga tidak membawa semua uangnya. Pada malam harinya, Nisa mengunjungi rumah Ken. Lagi dan lagi Nisa melihat Ken dalam keadaan babak belur. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada Ken, Karena Ken tidak pernah mau cerita tentang kejadian yang ia alami. Hampir setiap hari Ken mengalami hal seperti itu. Mereka yang mengeroyok Ken selalu melukai wajahnya. Mereka melakukan itu karena Ken selalu menjadi dambaan wanita di sekolahnya, bahkan sampai di luar sekolahnya. Tapi Ken selalu bisa menyembuhkan dirinya dengan cepat karena kekuatan regenerasi miliknya. Itulah kenapa Ken sering di pukuli oleh anak-anak SMP saat pulang sekolah. Pada saat Ken sudah memasuki SMP. Ken terkenal suka tawuran. Namanya pun tersebar di mana-mana hingga ke anak SMA. Sebenarnya, ia tidak ingin melakukan itu. Akan tetapi karena para kakak kelasnya sering mencegat Ken dan anak-anak lainnya dan memaksa mereka ikut melakukan aksi tawuran dengan sekolah lain, Ken jadi terpaksa mengikuti mereka. Hingga pada suatu hari saat Ken sedang berjalan bersama murid-murid SMP yang lainnya untuk melakukan aksi tawuran dengan sekolah lain. Ken tampak begitu kesal, Ken merasa tidak pernah dikasih kesempatan untuk pulang ke rumah dengan tenang. Di tengah-tengah tawuran, Ken tidak sengaja mengeluarkan Api pada senjatanya. Teman dan lawannya pun sangat terkejut dan kebingungan. Karena sudah terlanjur, Ken akhirnya menggunakan kekuatan itu untuk mengusir lawan-lawannya, Ken terus mengejar semua lawannya dengan s*****a yang berapi itu sendirian. Dan akhirnya, lawan dan bahkan kawan sekolahnya pun tampak ketakutan dengan Ken. Mereka kebingungan dengan Api yang ada di s*****a Ken. Setelah kejadian tersebut, Nama Ken pun tersebar ke mana-mana. Kakak kelasnya pun tidak berani lagi mencegat Ken pulang sekolah. Dan Ken menggunakan kesempatan itu untuk pulang sekolah dengan tenang hingga Ken lulus SMP. Pada saat Ken memasuki SMA, Banyak kakak kelas yang menyambut kedatangan Ken. Ken pun tampak kebingungan dengan tingkah laku mereka. Ternyata, Ken memasuki sekolah yang sangat terkenal suka sekali tawuran. Ken tidak mengetahui sekolah yang ia pilih karena saat ingin memilih masuk SMA mana, ia memilihnya secara asal. Karena menurutnya semua sekolah itu sama saja. Sekolah Ken memiliki banyak musuh. Hingga pada suatu hari, teman seangkatannya dan kakak-kakak kelasnya meminta Ken untuk ikut mereka melakukan tawuran. Ken pun sangat kesal karena tidak ada pilihan lain selain ikut dengan mereka. Mereka memohon kepada Ken, Bahkan memberikan sejumlah uang hasil memalak anak-anak sekolahnya dan sekolah lain. Mereka menggunakan nama Ken untuk memalak uang orang lain. Ken pun jadi terpaksa mengikuti mereka dengan satu syarat. Ken menyuruh mereka berhenti menggunakan namanya untuk memalak anak-anak lain dan segera sumbangkan uangnya ke panti asuhan. Mereka pun menyetujuinya dan Ken jadi terpaksa mengikuti mereka melakukan tawuran antar sekolah. Saat bertemu musuhnya, anak-anak yang lain sangat terkejut karena jumlah mereka yang sangat banyak. Mereka sudah terkepung dari depan maupun dari belakang. Mereka adalah gabungan dari beberapa sekolah yang ingin menyerang sekolah Ken. Ken jadi semakin kesal karena ia merasa tawuran yang tidak bermanfaat ini akan memakan waktu yang lama. Karena Ken merasa anak-anak sekolahnya sedang terpojok. Ken mengajak mereka untuk lari menuju ke g**g sempit di sebelahnya. Mereka pun langsung berlarian mengikuti Ken menelusuri g**g tersebut sambil dikejar oleh lawan-lawannya. Ken dan yang lainya berlari hingga menuju sebuah jalan Tol kosong yang sudah tidak terpakai. Ken sengaja melakukan itu untuk memancing musuhnya ke jalan tersebut agar semua musuhnya hanya berada di depannya saja dan tidak ada lagi yang ada di belakangnya.   "Kalau ada di antara kalian yang pengen kabur, Sekarang adalah waktunya. Karena lawan kita ada di depan kita semua, Gue akan selesaikan semua ini dengan cepat". Teriak Ken   "Selow, Kita gak akan lari". Jawab salah satu dari mereka. Ken pun diberikan sebuah s*****a untuk melawan mereka.   "Udah kalian diam aja disini. Langit sudah mulai gelap, Nanti kalian bisa kena s*****a mereka". Ken pun langsung berlari membawa senjatanya menuju lawan-lawannya. Ken hanya berniat untuk mengusir mereka saja. Akan tetapi karena jumlah mereka sangat banyak, Ken sedikit kewalahan dan terpaksa menggunakan sedikit kekuatannya. Karena cahaya yang kurang terang, Lawannya tidak terlalu menyadari bahwa ada beberapa s*****a yang sudah mengenai Ken. Namun s*****a itu hanya menembus badannya saja. Itulah salah satu kekuatan dari Ken. Dia tidak akan terluka walaupun s*****a menembus tubuhnya. Saat s*****a menembus tubuhnya, tubuhnya Ken langsung mengeluarkan Api dan tubuhnya pun kembali seperti semula. Setelah itu, Ken mengeluarkan Api pada senjatanya. Lawannya pun sangat ketakutan sehingga mereka semua berlarian meninggalkan Ken. Ken pun mengejar mereka dengan tujuan untuk mereka agar tidak berani mengusik sekolahnya lagi. Dan tawuran itu pun selesai. Orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut pun kembali kebingungan. Dari mana Api itu berasal? Di pihak lawan pun juga kebingungan. Ada beberapa yang menyadari bahwa senjatanya itu sudah mengenai Ken. Namun ada juga yang beranggapan lain. Nama Ken kembali membesar dan terkenal. Ken pun kembali memanfaatkan namanya tersebut untuk pulang sekolah dengan tenang. Pada suatu hari, Saat Ken sedang berjalan ke sebuah minimarket untuk membeli makanan. Ia berpapasan dengan seseorang yang tidak ia kenal. Orang itu menggunakan seragam sekolah dari SMA lain. Tiba-tiba orang itu berkata.   "Hallo Ken". Ken pun langsung terdiam kebingungan.   "Gue Nandes dari SMA di daerah pusat". Ken pun terkejut mendengar namanya. Karena orang itu juga terkenal di mana-mana, Bahkan orang itu sedang di incar oleh polisi karena kenakalannya. Ken pun tersenyum lalu berkata.   "Mau di mana?". Nandes pun terkejut mendengar perkataan dari Ken yang menyadari tujuannya.   "Gak salah emang lo terkenal, langsung tau tujuan gue. Hahaha".   "Jam 5 Sore, di lapangan bola belakang sekolah lo". Kata Nandes "Jangan telat". ucap Ken sambil melanjutkan perjalanannya menuju minimarket. Di perjalanan, Ken pun merenungkan sesuatu. Ia tidak berharap semuanya menjadi seperti ini. Ia tidak menginginkan ini semua. Dia hanya ingin sendirian.   "Kenapa jadi begini? Bukan karena mau sok hebat atau sok jadi jagoan, kenapa harus selalu seperti ini? Bukannya merasa tidak puas atau apa. Gue Cuma pengen sendirian". Kata Ken dalam hati. "Mama... Ada atau tidaknya dirimu. Tidak pernah terpikirkan olehku. Ada atau tidak semuanya sama saja. Memang itu sifat ku sekarang". Saat jam 5 Sore. Nandes terlihat terkejut melihat Ken yang ternyata hanya datang sendirian. Nandes membawa teman-temannya untuk menyaksikan perkelahian antara dirinya dengan Ken. Nandes pun langsung menyuruh teman-temannya untuk membuat sebuah lingkaran yang mengelilingi mereka berdua. Namun, Ada seorang kakak kelasnya Ken yang tidak sengaja melihat Ken sedang di lingkari oleh orang-orang dari sekolah lain dari atas gedung sekolahnya. Menyadari orang yang menantang Ken itu adalah Nandes. Kakak kelasnya itu langsung menghubungi anak-anak yang lain. Namun, karena hari sudah sore dan anak-anak yang lain sudah pulang. Ia hanya bisa menyaksikannya sendirian saja.   "Gue harap lo gak bakal menyesal sudah menerima tantangan dari gue. Gue pastikan lo bakal terjatuh dengan sekali pukul". Kata Nandes. Nandes pun langsung memukul Ken dengan keras. Namun, Ken masih bisa berdiri dengan santainya. Nandes pun terkejut dan kembali memukul serta menendang dan menghajar Ken bertubi-tubi. Namun, Ken pun masih tetap santai dan berdiri tegak.   "Gak usah bohong, Pasti lo mau pingsan kan. Pukulan gue sakit banget tau! Kalau mau jatuh, jatuh aja jangan di tahan-tahan". Ucap Nandes.   "Bla-bla-bla. B*cot!". Jawab Ken. Mendengar perkataan itu dari Ken, membuat Nandes semakin emosi dan langsung menyerang Ken secara membabi buta. Dan akhirnya, Nandes pun merasa kelelahan. Ia tidak menyangka Ken masih bisa bertahan dari serangannya.   "Segini doang bro? Ini mah nyamuk juga gak bakal mati kena pukulan lo". Ken pun berjalan menuju Nandes dan berkata.   "Apanya yang terkenal? Pukulannya aja lemah banget. Mukul tuh kayak gini!". Ucap Ken sambil memukul wajah Nandes. Nandes pun langsung terjatuh dan tak sadarkan diri akibat terkena serangan sekali pukul oleh Ken. Semua yang menyaksikan kejadian itu pun sangat terkejut. Tidak lama setelah itu, tiba-tiba Polisi dan kepala sekolah Ken datang untuk menangkap mereka semua. Ken pun tidak berniat untuk lari karena ia sudah menghajar salah satu Bos dari mereka. Akhirnya, Ken dibawa ke kantor Polisi. Sedangkan Nandes di larikan ke rumah sakit terdekat yang di temani oleh polisi yang sedang mengincarnya. Pada malam harinya. Nisa datang ke kantor polisi untuk menemui Polisi dan juga Ken.   "Maafkan saya karena kurang memperhatikan Ken pak". ucap Nisa   "Kenapa Tante yang minta maaf. Tante gak salah". Kata Ken. Polisi itu pun menceritakan semua kronologi kejadiannya. "Ken tidak bersalah, Dia hanya di tantang oleh seseorang dan Ken menerimanya. Dan kebetulan, lawannya adalah orang yang sedang kami cari karena sering membuat masalah di luar". Kata sang Polisi.   "Terus, Ken gimana pak?". Tanya Nisa   "Ken bisa pulang kok sekarang". Jawab Polisi.   "Syukurlah. Terima kasih banyak pak". ucap Nisa   "Tapi sekolahnya, Harus berhenti sampai di sini. Ia di berhentikan karena ketahuan berkelahi oleh guru dan kepala sekolahnya". Kata Polisi tersebut Dan setelah percakapan tersebut selesai. Nisa pun mengantar Ken pulang ke rumahnya. Saat tiba di rumah, Nisa berdiskusi dengan Ken mengenai kelanjutan sekolahnya. Ken pun jadi malas ke sekolah karena selalu mengalami kejadian seperti itu. "Jangan malas dong Ken. Sekolah itu penting tau". Kata Nisa. "Gatau lah Tante. Ken setiap sekolah di ajak berantem terus. Padahal Ken selalu menjauh dari mereka". Kata Ken "Gimana kalau Tante yang memilihkan sekolah untuk kamu? Selama ini kan kamu yang memilih sekolahmu sendiri". Kata Nisa "Di mana?". Tanya Ken "Di internasional School". Nisa pun menjelaskan kepada Ken tentang sekolah tersebut. Di mana di dalamnya tidak ada anak-anak yang nakal. Di sana diperbolehkan membawa kendaraan pribadi. Fasilitasnya terjamin. Sekolah elite yang hanya di isi oleh anak-anak yang hanya ingin belajar tanpa kenal tawuran. "Terserah deh". Ucap Ken "Berarti deal ya? Besok bangun pagi. Nadya akan mengajari kamu cara menyetir mobil. Tante mau mendaftarkan kamu ke sekolah itu!". Kata Nisa.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD