Pernikahan Naro dan Naomi berjalan dengan lancar. Rezal turut bahagia dengan pernikahan sahabatnya itu. Meskipun hari ini adalah hari bahagia Naro dan Naomi, tapi sahabatnya itu tidak pernah lupa untuk mengejeknya. Lagi-lagi Rezal harus datang sendiri ke acara pernikahan. Selalu seperti ini selama bertahun-tahun. "Liat, Zal. Apa kamu nggak pingin?" bisik Ibu Rezal dengan menunjuk Naomi dan Naro dari kejauhan. "Ya, pingin, Ma." Mata wanita paruh baya itu membulat. Untuk pertama kalinya dia mendengar anaknya merespon dengan baik ucapannya. Selama ini Rezal selalu acuh tak acuh jika membicarakan tentang pernikahan. Namun lihat lah sekarang, bukan hanya ucapan, tapi wajah Rezal juga menunjukkan rasa iri pada Naro dan Naomi. Manusiawi bukan? Rezal sudah cukup matang dan mapan untuk membangun

