Special Chapter : Mengenang Masa Indah

1793 Words

Suara langkah sepatu yang terdengar tegas mulai memasuki ruangan departemen humas. Rezal melirik jam tangannya sebentar yang masih menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Meskipun masih pagi, tapi terlihat sudah banyak karyawan yang datang. "Selamat pagi," sapa Rezal yang membuat semua orang terkejut. "Loh, udah balik, Pak?" tanya Raga bingung. "Asli! Wajahnya makin cerah sekarang," ucap Jedi dengan nada menggodanya. "Ya cerah lah, Jed. Kan habis bulan madu." Kali ini Fira yang berbicara. Arman terkekeh, "Udah dong, guys. Kalian nggak liat itu wajahnya Pak Rezal udah merah. Pasti malu banget." Rezal hanya bisa pasrah saat semua orang mulai menggodanya. Dia tidak marah, dia hanya malu. Apalagi jika pembahasan sudah menjurus ke arah yang lebih sensitif. Apa yang bisa Rezal katakan?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD