Chapter 22

1146 Words

Di dalam ruangan yang dingin itu, Rezal tampak gelisah dengan memainkan pulpen-nya. Matanya melirik ke luar jendela dan mendapati para karyawan yang sedang bercanda ria. Sejak dia datang tadi, Rezal belum melihat gadis yang dia cari. Entah kenapa ada sedikit rasa rindu di hatinya. Rezal melirik ponselnya dengan ragu. Di sana sudah ada nama Naya yang siap untuk dia hubungi, dengan cepat dia menggeleng dan mematikan ponselnya. Tangannya meraih dompet dan mengeluarkan foto seorang gadis berseragam SMA yang tampak cantik dan menggemaskan. Kepala Rezal kembali menggeleng melihat potret wajah Naya yang tampak polos. Dia bertanya-tanya. Apa hubungan mereka benar-benar nyata? Apa gadis itu telah berhasil mencuri hatinya? Rezal sebenarnya bingung dengan perasaannya sendiri. Dia ingin menyangkal se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD