Chapter 20

1295 Words

Mata sayu itu menatap buah di depannya dengan pandangan kosong. Jam yang sudah menunjukkan tengah malam tidak membuatnya mengantuk. Justru di jam inilah dia merasa terbebas dari suaminya. Luna menunduk dan meremas rambutnya kesal. Dia sudah cukup lama memendam perasaan ini. Perasaan yang dia sembunyikan dan ingin dia ungkapkan sejak kembali ke Jakarta. Luna tidak bahagia. Dia tidak bahagia dengan pernikahannya. Kebahagiaan yang dia anggap benar itu ternyata tidak bertahan lama. Dulu dia berpikir jika Faisal memanglah pria terakhirnya, tapi setelah kembali bertemu Rezal, dia tidak bisa menyangkalnya lagi. Hatinya masih berdetak kencang untuk pria itu. Akhir-akhir ini Luna menjadi gelisah. Dia kembali teringat pertemuannya bersama Rezal dengan gadis muda di sampingnya. Gadis muda yang Lun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD