Chapter 17

1211 Words

Naya melepas helmnya sambil bersenandung kecil. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Cukup larut untuk gadis sepertinya, tapi dia sudah biasa pulang larut. Entah untuk mengerjakan tugas atau bekerja. Naya menatap tas belanjaannya dengan senyuman lebar. Sebenarnya waktu dua jam belum cukup untuknya melepas rindu dengan ayahnya. Namun karena takut jika ibunya khawatir, akhirnya perjalanan mereka harus berakhir. Ayah Naya berjanji untuk kembali bertemu, dia juga bahagia bisa menghabiskan waktu bersama anaknya. "Lumayan kamera baru." Naya tersenyum menatap paper bag di tangannya. Saat melewati ruang tengah, Naya terkejut saat melihat punggung pria yang duduk membelakanginya. Tidak, dia tidak salah lihat. Itu adalah punggung Rezal. "Pak Rezal?" Naya berjalan mendekat untuk memastikan. Pri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD