Dewa keluar dari ruang kelas, langkahnya cepat menuju parkiran. Telepon genggamnya bergetar di saku, menandakan pesan masuk. Ia merogoh saku dan membuka pesan dari Rossiana. [Mas, Aku sedang dalam perjalanan menuju Bandung. Nasya bagaimana?] Dewa menanggapi cepat, [Aku di Jakarta, selesai mengajar. Nasya bersama baby sitter yang baru.] Beberapa detik kemudian, teleponnya kembali bergetar. [Pulanglah, Mas Dewa. Aku kangen kamu,] tulis Rossiana. Dewa menghela napas panjang, merasakan ketegangan yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Dia mengetik balasan dengan cepat, [Aku sibuk, besok juga harus mengajar.] Tak lama kemudian, Rossiana membalas, [Nasya butuh kamu, Dewa. Tolong pulang.] Dewa mengerutkan kening, merasakan amarah mulai membara di dadanya. Dia mengetik dengan cepat, jari-jarin

