"Gue..Gue juga sebenernya," "Sebenernya apa, Zel?" "Gue sebenernya,"kata Anzela gugub membuat Tian mengangkat sebelah alisnya menunggu kelanjutan ucapan Anzela dengan tidak sabar. "Gue sebenernya juga suka sama lo, kak." Tian terkejut dengan pengakuan Anzela. Gadis itu menundukan kepalanya. Menghalangi akses. Tian untuk menatap matanya. Ia tau, mungkin keduanya belum siap menerima kenyataan mengejutkan ini. Sesuatu bergetar di dadanya, seolah merasa senang dan kecewa. Gadis yang dia suka juga menyimpan perasaan untuknya, tapi apa boleh buat? Saat Ayahnya tidak mungkin menyetujui hubungan itu. "Lo juga suka sama gue?" tanya Tian sekali lagi memastikan. Anzela diam. Mencoba mengerti perasaannya sendiri. Entah kenapa, saat mengungkapkan perasaanya hatinya tidak merespon sesuatu yang men

