18

3055 Words

Setelah kembali dari koprasi. Anzela membuka tutup kaleng minumannya sambil meminumnya di tengah jalan. Sekilas matanya melirik ke arah jam tangan yang bertengger manis di tangan kanannya. Anzela membalikan arah jalannya. Kemudian, pergi menaiki tangga darurat sambil celingukan kesana kesini memastikan tidak ada guru yang melihatnya. Dengan sedikit berlari, Anzela segera naik dan menutup pintu Rooftop rapat-rapat. Angin berhembus kencang menghempas tubuhnya dan mengibarkan helaian rambut ikalnya. Menatap jauh kedepan. Meletakkan minuman yang ia bawa di sisi tembok pagar. Memejamkan matanya, ia butuh ketenangan, sendiri untuk menikmati waktunya tanpa orang lain di sini. Seketika Anzela menundukan kepalanya. Bahunya bergetar. Kedua telapak tangannya menutupi wajahnya yang pucat pasi.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD