Keesokan harinya. Doni lupa kapan terakhir kalinya dia menunggu seseorang dengan harapan yang begitu tinggi seperti sekarang. Dan tanpa disangka-sangka sekarang dia melakukannya untuk Diana Paramita, perempuan yang sudah Doni klaim sebagai penghancur hidupnya sekaligus pembunuh anaknya. Ini memang ironis, tapi Doni tidak akan menarik kata-katanya. Sekarang Diana adalah sosok yang pantas untuk ditunggu. Doni mungkin tidak bisa memberikan cintanya yang begitu besar detik ini juga, tapi setidaknya dia bisa mengatakan sebuah permintaan maaf dan ucapan terima kasih. Dia akan mencoba melakukannya dengan cara yang tulus, setulus tindakan Diana yang lebih memilih anaknya dibanding hidupnya sendiri. Doni tahu itu mungkin tidak sepadan dengan perjuangan Diana, tapi setidaknya hanya itulah

