Diana mengaduk-aduk s**u ibu hamilnya dengan lesu. Sejak pernikahannya minggu lalu, belum pernah sekali pun Doni datang dan menghabiskan waktunya di rumah ini sebagai suaminya. Diana merasa hampa. Ini tidak ada bedanya dengan dia yang belum menjadi istri siri Doni. Dia masih seorang diri, merenung, marah, dan menjijikkan. Mata Diana membulat saat ada suara mobil yang memasuki halamannya. Tanpa pikir panjang, Diana langsung meninggalkan susunya dan berlari untuk melihat siapa yang datang. Senyumnya mengembang saat membayangkan suaminya datang dan akan menghabiskan waktu dengannya. Penantiannya akhirnya berakhir, pikir Diana. Tapi siapa sangka kalau semua itu hanya dalam mimpinya saja. Senyum Diana langsung pupus kala melihat siapa yang datang. Bukan Doni, tapi Mamanya-lah yang datang. Dian

