pertemuan Nalon dengan Asti

1227 Words
Sudah tiga bulan kandungan Silla dan sedikit membuncit mereka pun kedokter untuk memeriksakan kandungan Silla Dirumah sakit tertegunlah Nalon melihat Asti dan Asti juga merasa seperti itu terhadap Nalon jelas terlihat jelas bahwa masih ada cinta diantara mereka berdua "Nalon",Asti",ucap mereka bersamaan "ehh,as....ini istri aku"ucap Nalon mengenalkan Silla pada Asti mereka berdua pun berjabat tangan ",ngapain kamu disini??"tanya Nalon ke Asti."aku membesuk tanteku dan kalian?"jelas Asti seraya bertanya pada Nalon" kita mau periksa kandungan"jawab Silla sambil memegang perutnya. Terlihat Asti seperti tidak menyukai kebahagian Nalon dan Silla. Dirumah Nalon sepertinya memikirkan sesuatu yang tak pasti dia melamun sangat dalam entah apa yang dia fikirkan dia memikirkan senyuman Asti canda tawanya terlihat dia tersenyum sendiri dengan lamunannya."Lon,aku perhatikan sepulang dari dokter kamu terlihat aneh ada apa?"ucap Silla seraya bertanya pada Nalon,Nalon gugup "oh,,,ga ada apa-apa aku cuma mikirin kerjaan aja"ucap Nalon mengalihkan pandangannya dan berdiri meninggalkan Silla kebalkon kamarnya. Rutinitas Nalon dan Silla seperti biasanya Silla tengah sibuk dengan skripsinya karna sebentar lagi mau wisuda begitu pula Nalon yang sibuk bekerja. "hallo,apa kabar lon boleh ketemu?",ucap dari seberang ",oh kamu Asti ada apa?" "ga cuma mau ngobrol aja boleh kan", "ya udah kita ketemu ditempat kita biasa dulu"ucap Nalon seraya mematikan ponselnya. Ditempat yang mereka janjikan Asti tengah menunggu Nalon terlihat Asti mengotak -atik ponselnya. "Asti.........!"seru Nalon yang baru datang dan duduk ditempat ini dimana mereka jadian saat pacaran dulu tak ada canggung antara mereka sepertinya Nalon sudah lupa bahwa Asti sudah mengkhianatinya dulu"kamu.....apa kabar, gimana Rangga,pasti kalian udah bahagiakan......???"tanya Nalon bertubi-tubi. "Aku....aku,,,masih sendiri Lon,Rangga udah pindah ke Semarang,dia udah menikah,dia dijodohin keluarganya Lon,"lirih Asti Nalon terdiam sejenak, dia tahu ini salah dia merasa senang mendengar bahwa Asti tidak bersama Rangga,entah apa yang dia fikirkan" "kamu......,sedangkan kamu sekarang kamu udah bahagi lon,aku nyesel udah tinggalin kamu,aku merasa hanya sendiri Lon,"ucap Asti tertatih",aku juga ga bahagia Asti.....aku memang sudah menikah tapi aku tidak mencintai Silla,ini semua karna Silla mengandung anakku,kami berdua sama-sama korban malpraktek dari dokter yang tak bertanggung jawab"ucap Nalon seraya menggenggam tangan Asti,Asti juga membalas genggaman Nalon mereka berdua memang masih saling mencintai tapi bagaimana dengan Silla,yang diam--diam telah menaruh hati ke Nalon..... Tidak biasanya Nalon menjadi dingin ke Silla dia cuek bahkan Silla wisuda saja Nalon tidak dapat menemani Silla dia selalu mencari alasannya untuk bertemu dengan Asti. Belakangan ini Silla mulai curiga dengan tingkahlaku Nalon."Nalon.....sepertinya ada yang kamu tutupi dibelakangku",ucap Silla lembut tapi Nalon acuh tak acuh mendengar ucapan Silla "itu kan cuma fikiran kamu aja kali Sill,biasa kan kalo orang lagi hamil lebih sensitif,seharusnya kamu harus berfikir positif dong!!!",Nalon mendengus merasa tidak suka akan ucapan Silla mengenai dirinya." "Aku kan cuma ngomong aja Lon,ini perasaanku,kok kamu ngegas ngomongnya",ucap Silla sedih "achhh,,,,,,udah deh lagian kita nikah juga bukan karena cinta kan jadi berhenti untuk mengurusi urusanku"bentak Nalon dan membanting pintu kamarnya dan pergi meninggalkan Silla yang menangis. "kenapa Nalon berubah jadi kasar,,,padahal aku sudah mulai mencintainya dan takut kalau dia akan meninggalkanku jika anak ini akan lahir nanti!!!!,oh tuhan apa aku salah mencintai suamiku sendiri",isak tangis Silla pecah. Nalon memang telah berubah dia masih mencintai mantan istrinya yaitu Asti wulandari Kalau begini siapa yang harus disalahkan antara mereka bertiga,seharusnya tahu siapa yang tulus mencintainya Silla menuruni anak tangga tampak Silla sudah susah untuk berjalan karena kandungannya sudah Tujuh bulan,dia hanya dirumah saja sedangkan Nalon asik b******u dengan Asti,tidak sedikit pun Nalon fikirkan keadaan Silla yang mengandung anaknya. Silla berusaha tegar akan Nalon yang tak perdulikan keadaannya.yang dia tahu Nalon bekerja dan berkerja itu saja dia fikirkan. Siang itu mama Nalon mengajak Silla kemall untuk membeli peralatan dan baju untuk calon anaknya kelak. Terlihat mereka menelusuri tiap tempat yang ada dimall tersebut.setelah belanja mereka pun mampir kecafe yang ada didalam mall tersebut.Betapa terkejutnya mereka berdua melihat Nalon dan Asti bercanda gurau dicafe tersebut ."ohh,,,,ini kelakuan kamu istri lagi hamil besar bukannya kamu perhatiin,memang mama udah curiga dengan perilaku kamu belakangan ini Nalon,semua itu pasti karna perempuan ini kan!",bentak mama Nalon seraya menunjuk-nunjuk Asti. Silla cuma diam saja karena dia tau semenjak pertemuan mereka bertiga dirumah sakit Nalon sudah berubah."udah,,,,dong ma ayo kita pulang"ucap Nalon menarik tangan mamanya dan meninggalkan Asti tanpa kata Silla mengekor dibelakang "Sudah gandeng tangan istri kamu itu"ucap mama Nalon. Nalon pun menggandeng tangan Silla dan Silla menoleh dan menatap mata Nalon yang tak suka akan keberadaannya. Dirumah Nalon harus diomelin mamanya,"udah dong ma, cukup berhenti ikut campur kehidupan aku"pinta Nalon tegas "oh,,,,jadi karena perempuan itu kamu berani bentak mama ya kamu mau jadi anak durhaka ya"ketus mama Nalon "bukan,bukan itu ma maksud Nalon,,,Asti cinta pertamaku ma bahkan mungkin,,,,, ,,, yang terakhir ma!!!"ucap Nalon Silla yang mendengarnya benar-benar sakit hatinya tapi apa boleh buat mana mungkin Silla mengemis cinta pada Nalon Dikamar Silla tengah dirundung gelisah atas pernyataan Nalon yang selalu terngiang dihatinya,tetesan demi tetesan air matanya terjatuh,cepat-cepat Silla menyeka air matanya saat Nalon masuk kekamar "Lon,aku ga ngerti dengan kamu,jujur hati aku tuch sakit mendengar kamu ngomong itu kemama,Lon....paling tidak tunggu sampai anak ini lahir baru kamu tinggalin aku,dimana hati kamu Lon,aku juga ga mau ini terjadi,apa aku terlalu egois untuk berkata jangan tinggalkan aku!!!!!,"isak tangis Silla. Tampak Nalon terdiam mendengar tangisan Silla.tiba-tiba Silla mengalami kontraksi yang hebat nalon panik dan langsung menggendong Silla masuk kedalam mobil,mobil itu pun melaju dengan kencang menuju rumah sakit Tiba disana Silla langsung ditangani dokter dan perawat,Nalon gugup dan panik mama dan papanya pun datang untuk menemani Nalon menunggui Silla. "Pak,,,ini sering terjadi karena pola fikiran atau ada yang membebani fikiran ibu Silla,setelah observasi ibu Silla bisa langsung pulang kok pak,tidak yang perlu di khawatirkan pak ini cuma kontraksi palsu",ucap Dokter panjang lebar Tiba dirumah,Silla langsung naik keatas karena kamar Silla dan Nalon ada diatas. "Lon,,,,,kamu mau terjadi sesuatu dengan anak kamu"mama Nalon mendengus namun Nalon tetap diam dan melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju kamarnya. Terlihat Silla merebahkan tubuhnya diranjang"Sill maafin aku"ucap Nalon pelan namun Silla langsung membelakanginya dan memejamkan mata Sepertinya ada sesal dihati Nalon tiba-tiba ponselnya berdering nakas dia melirik ponselnya "Asti",batin Nalon dan meletakkan ponsel nya dimeja ia pun membaringkan tubuhnya dan memeluk Silla dari belakang Silla hanya diam dan pura-pura tidur Nalon yang plin-plan akankah berubah semuanya kalau hati sudah memilih kita harus apa Asti tetap kekeh mendekati Nalon dia terlalu egois sebagai wanita dia tidak pernah berpikir kalau ada hati yang tersakiti yaitu Silla tapi apa salah Asti bukan kah Nalon yang memulainya,bukankah dulu dia yang disakiti seharusnya Nalon tahu bagaimana rasanya kalau diduain,tapi inilah cinta terkadang tidak tahu ini salah atau tidak.Silla slalu berusaha tegar akan Nalon,dan slalu seperti biasanya dia harus fokus dengan kesehatannya demi anak yang dikandungnya buah cinta tidak ini hanya kesalahan itu yang selalu membuat Silla bertahan dan menerima keadaan Nalon yang tidak bisa move on akan masa lalunya dengan asti. bersambung.....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD