_Sebelumnya_ Pagi masih buta. Oenix dan Zahn, tengah bersiap menaiki kereta kuda. Alandra yang mengetahui itu, berlari kecil ke arah mereka. “Kalian mau apa sepagi ini?” tanya Alandra. “Oh, kami mau ke pasar. Kebutuhan, warga istana telah menipis,” jawab Oenix. “Bukankah, kita harus kembali melanjutkan perjalanan?” Oenix menatap Zahn, mengisyaratkan padanya untuk bercerita apa yang sebenarnya. “Kemarilah, sahabatku. Kita bicara di kursi itu.” Zahn meraih bahu Alandra, membimbing lelaki itu untuk duduk, diikuti Oenix. “Jadi, semalam paman menemui raja di istananya.” Baru mendengar hal itu saja, sudah membuat Alandra terkejut. Namun, ia masih diam menyimak kalimat selanjutnya. “Seperti yang kau tahu. Paman ke sana untuk meminta imbalan lebih pada raja. Tapi tidak disang

