A_46

1005 Words

“Ada apa kalian di jam begini ke kamarku? Mengapa belum bekerja?” tanya Oenix begitu santai. Ia bahkan telah berganti pakaian menjadi baju pelayan dan bersiap ke gudang. “Paman mau bekerja? Bukankah, besok kita kembali melakukan perjalanan?” tanya Alandra heran. Mereka berdua berdiri di ambang pintu, dengan tatapan bingung. Padahal, semua perbekalan telah siap dan hadiah dari raja Irlan pun telah dibungkus rapi. Oenix menatap Alandra. “Hadiah ini belum cukup. Harusnya, raja itu memberikan hadiah yang lebih layak pada kita,” cetusnya. Zahn menepuk dahi, dan melangkah mendekati lelaki paruh baya itu. “Sejak kapan Paman perhitungan begini?” “Sejak saat ini. Pokoknya, kita tidak boleh pergi dari sini sebelum Raja irlan mengabulkan permintaan kita,” cetus Oenix. “Oh, itu jangan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD