"Datan!" Mendengar panggilan itu membuatnya menengok. Dan Halida terlihat tengah berjalan mendekatinya. "Hai, kamu ada jadwal pagi?" tanya Datan dengan lembut. "Tidak, aku sengaja datang untuk bicara denganmu," ucap Halida dengan kekesalannya membuat Datan mengernyitkan dahinya tak paham. "Ada apa sih, Babe." Datan mengusap kepala Halida yang terlihat cemberut. "Jangan merayuku, ayo ikut." Halida menarik tangan Datan menuju taman kampus fakultas kedokteran. "Ada apa sih Da." Datan dengan santainya duduk di atas kursi membiarkan Halida berdiri dengan melipat tangan di d**a. Datan dengan santai memakan coklat yang ada di saku jaketnya. "Kamu mau?" Halida masih memasang wajah sangarnya, "Ya sudah kalau gak mau," ucap Datan santai dan menikmati coklatnya sendiri. "Sudah buka a

