Kevin ingin mengejar clara dan menjelaskan semuanya, namun tak mungkin, dengan keadaannya yang hanya memamkai celana dia berlari keluar dari kamar apartemen.
"s**t,arghhh,,,,,, sialan,kenapa clara bisa tiba-tiba datang kesini tanpa ngabarin gw!! argghhhh,,,,"
kevin tak menyangka bahwa clara akan ke apartemennya, padahal kevin sudah sengaja memberikan alasan waktu yang banyak untuk clara menyelesaikan skripsinya,agar semua yang dia lakukan ini tidak ketahuan oleh clara, namun siapa sangka,ternyata clara harus mengetahui kebusukan kevin secepat ini.
kevin kembali masuk ke dalam kamar dan menyuruh alexa untuk segera keluar dari apartemennya."cepat pakai baju lo, dan cepat keluar dari sini!!!"
dengan wajah kesal alexa tak terima dengan ucapan kevin, "ck,,,ayolah beb, lebih baik kita lanjutkan aja,aku mau lagi vi,kamu benar-benar pintar membuatku menginginkan kamu lagi"
alexa berjalan ke arah kevin dengan maksud untuk membujuknya melakukannya lagi,namun sebelum sampai pada kevin, kevin kembali menyuruh alexa untuk keluar dari apartemennya dengan suara yang semakin marah."ayolah beb,lebih baik,kamu lepaskan amarah kamu denan kita melakukannya lagi, aku gak masalah,justru aku akan semakin menyukainya"
"gw bilang lo keluar alexa!!!, pakai baju lo,dan keluar dari sini, cepat!! gw sudah gak mau sama lo, arghhh,,,, sialan", kevin membuang bantal ke sembarang arah,karena merasa sangat kesal,mengapa clara harus mengetahui ini semua.
alexa yang melihat kevin masih emosi pun sedikit kesal,karena bukan hanya sekali ini mereka malakukan ini, namu sudah tak terhitung, dan hanya karena clara,alexa merasa di perlakukan seperti perempuan panggilan, yang kapan kevin menginginkan alexa akan melakukannya.
dengan perasaan kesal kepada kevin, alexa akhirnya mengenakan pakaiannya dan sebelum pergi alexa memperingati kevin tentang semua hal yang sudah mereka lewati, "tapi ingat ya vin, awas aja kalau lo sampai ninggalin gw, gw bakal bongkar semua dan ngomong ke clara tentang apa yang sudah kita lakukan selama ini!!"
dengan perasaan kesal dan menyesal, kevin tak mau mendengarkan apa yang alexa katakan, kevin hanya memikirkan bagaimana ia bisa menjelaskan semuanya pada clara dengan baik.
"ck, sial,,,,, clara, maafin gw,karena khilaf gw jadi keterusan melakukan ini sama alexa, gw harap lo mau mendengar dan menerima penjelasan gw ra".
setelah sampai didalam lift, clara terus menangis dan merasakan sakit di hatinya, karena laki-laki yang ia cintai dengan tega bermain api di belakangnya. namun lift bukannya menuju ke lantai bawah, lift itu justru naik satu lantai ke atas,
entah siapa yang akan naik, sungguh ia merutuk di dalam hati, di saat ia ingin menangis keras untuk menghilangkan sedikit rasa sakit yang teramat di hati, justru akan ada orang yang naik ke lift yang sama.
lift berhenti,dan setelah pintu lift terbuka, seorang lelaki masuk kedalam lift itu tanpa memperdulikan ada clara di dalamnya. lift terasa begitu sunyi,dan terasa berjalan sangat lamban bagi clara.
karena ia ingin cepat segara sampai kos,agar ia bisa menangis sepuasnya tanpa ada yang menetahui. " sial,kenapa rasanya lift ini lama banget sih!!, berasa di dunia lain gw,sunyi, hawanya makin dingin".
tak lama kemudian, lift pun sampai di loby,dan clara langsung keluar,tanpa sengaja karena terburu-buru clara mengenai lengan lelaki itu ketika ia sedikit berjalan cepat untuk bisa keluar dari lift itu,tapi karena ia buru-buru dan tidak mau dilihat orang kalau dia menangis,clara akhirnya tak perduli.,,,,,
beberapa saat kemudian, clara telah sampai di kosannya,dan tanpa memperdulikan apapun lagi, clara langsung menuju kasur,dan menangis sepuasnya sampai ia akhirnya tertidur.
"ck,clara mana sih!? gw telponin dari tadi gak diangkat,kemana dia sebenernya, sudah jam sepuluh, apa gw ke kosannya sekarang,atau besok aja ya?, duhhhh awas lo ya ra, besok aja deh gw kekosannya".
sebenarnya sore tadi, sintia sudah pergi ke kosan clara, tapi gak ada jawaban dan selama satu jam sintia menunggu di depan kosan clara,kemudian ada teman kosan clara yang mengatakan bahwa clara sedari siang belum pulang,
jadilah sintia pergi dari kosan clara dengan rasa kesal terhadap sahabatnya itu,karena tidak memberi kabar kemana dia pergi sebenarnya.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang,dan clara akhirnya terbangun dengan keadaan yang masih sama seperti semalam dia sampai di kosannya,dengan sepatu dan baju yang tidak sempat dia ganti,karena menangis semalaman.
ketika itu clara membuka ponselnya dan benar saja, banyak chatdan telpon yang masuk ke ponsel clara, karena semalam clara sengaja tidak mengaktifkan mode suara di ponselnya.,,,,,
tentu saja chat yang teramat banyak dan tepon masuk yang teramat banyak dari kevin dan juga sintia sahabatnya. clara membuka satu persatu chat sintia terlebih dahulu
karena dia malas melihat penjelasan yang kevin kirimkan untuknya.,,,,,,
setelah semua chat dari sahabtnya dia baca dan dia balas, clara mencoba membuka chat dari kekasihnya itu, ya,,, benar saja berbagai macam alasan yang kevin kirimkan kepada clara.
"clara sanyang,,,please, kamu harus dengerin penjelasan aku dulu"
"clara sayang,angkat telpon aku,aku akan menjelaskan semuanya"
"clara sayang,honey, kamu sudah tidur?, honey sayang kalau kamu sudah bangun tolong balas pesan aku dan telpon aku ya sayang"
"clara, aku benar-benar tidak tenang kalau kamu belum membalas pesan aku, dan mengangkat telponku sayang"
dan masih banyak lagi pesan yang kevin kirim,namun clara malas untuk merespon pesan itu.,,,,
beberapa saat kemudian,ada yang mengedor dengan keras pintu kosan clara,yang membuat mau tidak mau clara harus membukanya, daripada teman kos lainnya merasa terusik.
clara tau siapa pelaku penggedoran pintu kosannya itu,ya,,, sintia, sahabatnya itu memang kerap sekali menggedor pintu kosan clara ketika clara lama membukakan pintu kamar kosan itu.
"woy ra, bangun dah siang,,,, lo mau bangun jam berapa oneng!!!"
"clara, kalau lo masih gak mau buka pintu lo ini, gw bakal panggil tukang pintu buat ngebuka paksa pintu lo ini !!!"
dor,,,dor,,dor,,, begitu keras gedoran itu,sampai membuat clara merasa kesal dengan sahabatnya itu,apa dia tidak berfikir akan mengganggu tetangga kosannya yang lain.
"ck,,,, apaan sih sin,lo bisa gak biasa aja gedor pintu kosan gw?,, kalau rusak gimana?"
dengan perasaan kesal, sintia menaruh tangannya di dedapn d*d*nya,dan berkata dengan expresi muka yang dibuat galak.
"lo bilang apa?,,,, hello,,,, kalaugw gak gitu, mungkin lo bakal keluar malam,atau abhkan bisa besok lagi lo keluar dari kosan lo ini!!!",,,,,
"gw heran sama lo, betah banget sih gak keluar kosan!!, dan kenapa lo gak bales chat gw juga gak telpon balik gw!!?, kan gw sudah bilang, lo harus telpon atau bales chat gw!!"
dengan wajah lesu, clara berbalik dan meninggalkan sahabatnya yang cerewet itu di depan pintu.