Chapter 39

1075 Words

Dua pelastik penuh boba yang berisi beraneka varian rasa itu gue taruh di atas meja. Setelahnya, gue ngambil handphone dengan niat mau nelepon sang biang kerok yang udah ngelakuin hal konyol ini. Sumpah, dikira gue mau jualan kali dikasih segini banyaknya. Sesuka-sukanya gue sama boba, yakali gue bisa ngabisin semua ini. Apalagi, ini isinya ada... bentar, coba gue hitung dulu. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan... sembilan... sepuluh? Bener-bener ya itu Kuyang! Dengan kekuatan sepuluh tangan, gue mengetik. [Heh, Kunyuk!] Sent. Biasanya itu anak paling gercep kalau udah masalah chat-chatan sama gue. Apalagi kalau kita lagi menganalisi perilaku manusia di muka bumi alias gibah. Mari kita lihat, kalau sampe lebih dari lima menit, harus gue telepon ini anak. Main-main

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD