Perseteruan

1589 Words

"Gue di depan." Bianca menahan lengan Chilsa yang akan membuka pintu mobil bagian depan. Perempuan itu menatap chilsa dengan garang, seolah Dia tidak rela kalau Chilsa merenggut singgasananya disamping sang ayah. "Gue yang di depan. Gue lebih tua dari lo. Gue ibu Lo. Jadi Lo harus hormat sama gue. Lo yang belakang!" Chilsa tidak pernah mau mengalah. Sama siapapun dia tidak mau mengalah, kecuali ketika dia sedang bucin, maka terkadang dia mengalah sampai terlihat bodoh. "Lo jangan ngelunjak ya Chil. Gue terancam terlambat gara-gara lo. Gue mungkin sudah ketinggalan satu jam mata kuliah gara-gara lo yang lemot. Sekarang lo yang di belakang dan gue yang di depan sama bokap gue." Kali ini Bianca berteriak sampai urat-uratnya terlihat. Begitulah Bianca sekarang. Dia selalu emosi ketik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD