Luke mengernyit ketika pria berpakaian rapi itu menyalaminya. Dengan heran Luke menyambut uluran tangan yang terulur. "Dia menunggumu sejak tadi, Luke. Dia tidak percaya kalau kau masih di kampus dan kuliah. Katanya dia ingin berbicara denganmu." Barbara memberitahu dengan suara yang lirih. Luke mengangguk paham. Semua orang pasti tidak akan mengira kalau pemilik kedai pizza ini adalah dirinya. Orang-orang mengira pemilik kedai ini adalah seorang pria tua atau setidaknya sudah berumur, tidak menyangka kalau pemiliknya hanyalah seorang bocah ingusan berusia dua puluh satu tahun. "Anda Luke Miller?" Luke mengangguk menjawab pertanyaan pria tidak dikenalnya itu. Dia tidak tahu kenapa para karyawannya membiarkan pria ini berdiam diri di dalam kedai. Bukankah dia sudah memperingatkan mere

