Adam mengerang kesal melihat beberapa buah pesan dari Hannah yang menghiasi layar ponselnya. Entah apa yang diinginkan perempuan itu, beberapa hari ini Hannah semakin sering menghubungi dan mengiriminya pesan. Kalau dia tidak menanggapi, Hannah pasti akan menggunakan dalih pekerjaan atau kesuksesan yang diraihnya sekarang. Mau tak mau membuatnya harus membalas dan menjawab panggilan. Dia merasa tidak enak, bagaimanapun keberhasilannya sekarang karena Hannah yang selalu memberikan kontrak kerja dengan bayaran seperti seorang model senior. Kau di mana? Kita harus bertemu sekarang juga. Sangat penting! Temui aku di kantorku. Sekarang! Sekarang? Jagan bercanda! Dia masih ada pemotretan, dan itu akan berlangsung sampai nanti sore. Beruntung tidak sampai malam. Setelah itu dia akan menjempu

