"Zahra, Tunggu! Zahra!" Raja berusaha mengejarku yang lebih dulu keluar dari kafe. Angin sepoi-sepoi yang berhembus mempermainkan hijabku yang menggendong Dafa. Sementara langkah ini tidak juga berhenti meski Raja berusaha menahannya. "Zahra, dengarkan penjelasanku. Untuk kali ini aku benar-benar memohon padamu." Aku berhenti tepat di depan mobilnya. "Jangan paksa aku untuk memberikan yang tidak mungkin, Mas." Tanpa menoleh ke belakang aku berkata kepada Raja. "Aku akan membayar semua biaya pengeluaran selama kamu membesarkan dan merawat Dafa. Tapi berikan Dafa padaku karena aku benar-benar tidak punya keturunan untuk menjadi penerusku." Aku langsung berbalik menghadap Mas Raja. Tatapannya tajam mengarah kepada pria bertubuh tegap itu. "Tidak semua bisa dibeli dengan uang, Mas. Ap

