"Mama!" Seru Raja dan Cintiya. Mereka terkesiap melihat mamah sudah berdiri di ambang pintu menggendong Dafa. Raja takut kalau mamahnya sempat mendengar obrolannya dengan Cintiya, tentang hak asuh Dafa. "Em ... tidak ada kok, Ma. Kami lagi membicarakan soal Dafa," sahut Raja. "Iya, kan Sayang?" Cintiya menjadi gugup saat mamah mertuanya menatapnya dengan tajam. Hatinya ketar-ketir, takut ibu mertuanya akan marah dengannya. Bila dia tahu dirinya mandul, dan ingin merebut hak asuh Dafa dari Zahra. "I .. iya, Mas," jawab Cintiya gugup. Mamah mertuanya melipat dahi. "Hem ... ya sudah kalau gitu." Renita menurunkan Dafa yang ada dalam gendongannya. Dafa berjalan menghampiri Raja dengan tertatih. Dafa baru mulai bisa berjalan selangkah demi selangkah. Menyeimbangkan bobot tubuhnya dengan

