Ruang tamu sederhana itu terasa mencekam ketika tiga orang dewasa berada disana dengan mengeluarkan aura yang sama-sama dingin. "Tolong jangan ganggu hidup kami lagi." Ucap pria paruh baya itu dengan menatap wanita yang cukup berumur dihadapannya kini. "Saya juga tidak mau repot-repot menganggu kalian, bahkan berurusan dengan kalian tapi situasinya saat ini memaksa saya untuk turun tangan." Ucap wanita itu yang tak lain Arimbi, Ibu Sadewa dan dihadapannya kini ada Ayah serta ibu Nara. Kedua orang tua Nara cukup terkejut dengan kehadiran ibu Sadewa, mantan Nara. Wanita yang begitu jahat pada keluarganya. "Kami sudah pergi sejauh ini untuk menghindari kalian. Apa itu belum cukup?" Balas ibu Nara. "Ya, itu semua belum cukup. Apalagi sekarang putra saya ada di sekolahan dimana anak kalian

