Bab 17

1040 Words

“Makan, Nara.” Nara hanya bisa duduk canggung ketika Devan sudah duduk di hadapannya dengan pakaian formal yang tentu saja mahal. Nara merasa enggan untuk sarapan, tetapi saat dia berpikir Devan akan pergi, pria itu malah memerintahkannya untuk turun. “Aku akan makan nanti--” “Apa aku harus paksa kamu buat makan?” Suara Devan begitu datar. Nara menggigit bibir bawahnya, cemas. “Makan atau aku yang makan kamu.” Ancaman itu berhasil membuat semburat merah di pipi Nara bermunculan. Gadis itu tak mau meladeni ucapan sumbar Devan, mau tidak mau, dia pun segera mengambil sandwich. Selera makannya menghilang karena makanan western yang harus masuk ke dalam perutnya, sementara dirinya tak pernah memakan makanan barat sebelumnya,, terbilang jarang. Julian datang dan bergabung untuk sarapan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD