51

1344 Words

KESUNYIAN di ruang tamu berlangsung sangat lama. Alby duduk di kursi tunggal sambil memangku iPad Pro di pahanya, sementara Xavier duduk gelisah di sofa panjang putih menghadap televisi—beberapa kali menengok ke arah terakhir para perempuan terlihat. Kemudian, lelaki itu pergi dan berlalu entah ke mana. Alby mengembuskan napas yang sedari tadi dia tahan. Pertemuan kedua ini kedudukan seimbang. Tidak satu pun rela melepaskan ego untuk membuka obrolan, sekali pun jelas Alby ingin membicarakan proyek mereka. Alby mengira Xavier tidak akan kembali ke ruang ini, tetapi... "Mungkin sebaiknya kita membicarakan yang tentang alasan anda berada di sini," usul Xavier, lalu duduk di tempat semula. "Dua orang itu sedang sibuk berpakaian dan dandan." Alby menaikkan satu alisnya. "Maksud saya Mrs. L

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD