17

784 Words

"Laras! Buka Laras! Saya tahu kamu ada di dalam sana! Jangan salahkan saya kalau pintu ini rusak! Laras!!!" Suara itu membuat mata Laras perlahan terbuka, berjuang melawan sakit yang tidak ingin dia rasakan. Setengah mati Laras merubah posisi badannya di lantai, mengabikan kombinasi mematikan dinginnya lantai dan nyeri di seluruh badan. Laras berhasil terlentang, tapi tidak sanggup melakukan hal yang lebih. "Laras! Saya serius, pintu ini bakal rusak!" Gendoran dan suara lelaki di depan sana semakin menggila. Dan Laras cuma mampu memandang pintu, yang berjarak sepuluh langkah dari tempatnya berbaring. "Pak—" Laras melafalkan kata itu tanpa suara. Nyeri menyengat langsung datang dari perutnya, dan dia pun mengizinkan air mata keluar dari dua sudut matanya. ***** "Aku nggak bisa!" tegas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD